Semester Pertama di Kelas Internasional: Tantangan Mata Kuliah

Halo semua! Bagaimana kabar kalian? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia ya, hehehe.

Udah pernah baca tulisan saya tentang kelas internasional di Tel-U belum? kalau belum coba baca dulu deh, biar afdol aja. Yang mau baca tulisannya klik link dibawah ini ya,

Sekilas tentang Kelas Internasional di Telkom University

Oia, cerita ini bisa kalian jadikan sebagai gambaran sekilas dari “kehidupan” mahasiswa di kelas internasional Tel-U.  

Berdasarkan pengalaman saya, semester satu ini masa-masanya semangat belajar masih sangat membara. Masa-masanya menikmati rasa bebas yang diidam-idamkan anak SMA setelah lulus. Terutama karena nggak pakai seragam lagi dan jadwal kelas yang lebih fleksibel dan nyantai. Setuju kan? Hahaha.

Seperti mahasiswa lain pada umumnya, semester pertama di dunia perkuliahan adalah semester perkenalan dan adaptasi. Di semester pertama ini, mahasiswa Tel-U (kelas reguler maupun internasional) dituntut untuk menguasai semua mata kuliah basic yaitu Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, dan Bahasa Indonesia. Mahasiwa nggak boleh dapet nilai D diketiga mata kuliah tersebut. Terlihat mudah kan? whoops, maaf Hahaha.

Di prodi International ICT Business ini, mata kuliah yang diajarkan adalah ICT Literacy (semacam TIK), Pancasila and Civics (sama aja kayak PPKN), Bahasa Indonesia, Religion (sesuai agama masing-masing), dan 3 matakuliah dasar bisnis (matematika ekonomi, statistika bisnis, dan manajemen bisnis).

Pendidikan Karakter Harus Terintegrasi dalam Semua Mata Pelajaran ...
Sumber: Google

Bagi mahasiswa kelas internasional mungkin (sepenglihatan saya) kendala terbesar pertama semester satu ini adalah pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Kenapa? bukannya malah lebih mudah karena kita belajar itu dari SD-SMA?. Ya…awalnya juga saya mikirnya gitu, tapi sepertinya kebanyakan dari mahasiswa internasional dibesarkan dan terbiasa dengan bahasa internasional (ini bahas WNI ya, kalau WNA beda cerita lagi dong). Contoh deh, beberapa banyak yang terbiasa dengan Bahasa Inggris pas dia SD/SMP/SMA, entah itu karena dia sekolah di sekolah internasional (bilingual) atau memang dia lebih “jago” dimata pelajaran Bahasa Inggris.  Bahkan bisa aja karena dia nganggep pelajaran Bahasa Indonesia itu biasanya ngebosenin. Well, doktrin kaya gitu mungkin udah gak asing lagi ya hehe.

Padahal sebenernya nggak sesusah itu (Aseekk), apalagi SKS yang diajarin juga udah pernah dipelajari selama kita duduk di bangku sekolah. Ambil contoh aja deh, struktur kalimat, penggunaan tanda baca, dan paragraf udah gak asing lagi kan?. Bedanya, di akhir semester, kalian akan dituntut untuk bisa membuat artikel dengan memanfaatkan ilmu dari elemen yang udah dipelajari sebelumnya (tanda baca, kalimat, paragraf, dll). Begitu pemirsa…

How mathematics can be an anti-racist, feminist enterprise
Sumber: Google

Kendala terbesar kedua adalah mata kuliah Matematika Ekonomi dan Statistika Bisnis. Dari namanya aja udah bikin nelen ludah sambil ngelus dada yah, HAHAHA. Bisa ketebak lah ya mata kuliah ini akan berurusan dengan apa?. Bagi mahasiswa yang nganggep “kuliah jurusan bisnis gak akan ketemu mata kuliah yang berbau angka” sekarang kalian salah besar wkwkwk. Kedua mata kuliah ini kalian perluin saat kalian membuka bisnis sendiri. Walaupun nggak 100% diterapin, tapi banyak kok ilmu-ilmu analisis yang akan kalian pakai saat berbisnis nanti. Tenang, jangan takut dulu. Kedua mata kuliah ini bisa kalian eksekusi dengan baik dengan cara banyak ngerjain latihan dan harus konsentrasi saat dosen ngejelasin. Udah sesimpel itu aja. Kalau masih kesusahan, coba ajak temen kalian buat belajar dan diskusi bareng deh. 

The Importance of the English Language in Today's World (With ...
Sumber: Google

Kendala terbesar ketiga (yang sebenernya bisa jadi kendala terbesar pertama juga) yaitu bahasa pengantar selama perkuliahan. Bagi yang belum terbiasa berbahasa inggris, mungkin ini akan jadi kendala terbesar kalian karena SEMUA mata kuliah akan diajarkan dengan Bahasa Inggris. Sejauh ini (sampai semester dua), jujur saya masih perlu buka Google Translate pas dosen ngejelasin, pas baca buku acuan, atau bahkan pas ngerjain PR opini hehehe. Enjoy-in aja, nanti juga terbiasa hihi.

Nah, itu dia tiga kendala terbesar saat kalian kuliah di kelas Internasional. Bukan berarti cuman tiga ya, masih banyak tantangan-tantangan lainnya yang harus kalian hadapi disini, contohnya adaptasi dengan mata kuliah bisnis yang mengharuskan kalian berpikir dengan logika. Tenang, selagi ada usaha, Tuhan pasti mudahkan kok.

Segitu dulu deh, nanti kita sambung lagi di cerita “Semester pertama di Kelas Internasional” lainnya yak hehehe. Terima kasih sudah mampir, Arigatou Gozaimasu!

Kalau ada pertanyaan, kritik, ataupun saran boleh tulis di kolom komentar ya, 

Sampai jumpa di post selanjutnya!

Bubye!

Share your love

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *