Pengalaman Naik Whoosh untuk Pertama Kalinya, Gimana Rasanya?

Belum pernah naik whoosh dan penasaran gimana cerita pengalaman naik whoosh untuk pertama kalinya? simak keseruannya di artikel ini yuk!
Share this post!

Sebagai orang Bandung, rasanya kurang afdol kalau belum pernah nyobain naik kereta cepat Whoosh kan? Kira-kira gimana cerita pengalaman naik Whoosh untuk pertama kalinya? Baca keseruannya di artikel ini, yuk!🔥

Kereta Cepat Whoosh (KCIC)

KCIC atau kereta cepat Whoosh adalah terobosan terbaru dalam dunia transportasi di Indonesia, kereta ini menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan kecepatan yang cueepeet bangett. Whoosh resmi beroperasi sejak 2 Oktober 2023 lalu dan kereta cepat ini menawarkan perjalanan yang nyaman dan efisien. Kamu cuman perlu waktu sekitar 45 menit aja untuk bisa menempuh Jakarta – Bandung ataupun sebaliknya, lho.

Dengan teknologi canggih dan desain modern, KCIC Whoosh gak hanya mempersingkat waktu tempuh antar 2 kota itu, tetapi juga menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Indonesia. Pada awal peresmiannya, banyak yang mengira bahwa harga untuk kereta cepat ini tergolong mahal dan gak worth it untuk ditumpangi. Tapi, masa sihh? simak perjalanan serunya di artikel ini ya!😝

Gimana Cara Beli Tiket Whoosh?

Cara beli tiket Whoosh - Website resmi kereta cepat whoosh

Sebelum aku bahas pengalaman naik Whoosh, kita bahas sedikit info untuk pembelian tiket Whoosh, yuk. Bagi teman-teman yang mau beli tiket Whoosh, ada tiga metode yang bisa kamu pilih, yaitu beli tiket secara online melalui web resmi kcic atau aplikasi mereka yang bisa kamu download di Google Play dan App Store. Ataupun beli secara onsite di stasiun KCIC.

Ada banyak metode pembayaran yang bisa kamu pakai jika beli melalui website mereka, prosesnya pun juga akan lebih cepat dan praktis. Pokoknya gak ribet deh🤭

Beli online atau beli di stasiun?

Aku super duper menyarankan teman-teman untuk beli tiket melalui website resmi mereka agar lebih tenang dan gak rusuh (terburu-buru) di stasiun. Lebih simpel karena kamu gak perlu download aplikasinya terlebih dahulu.

Kenapa biar gak buru-buru? Karena durasi pemberhentian kereta di tiap stasiunnya tergolong cepet banget. Kereta Whoosh akan standby di stasiun awal dan akhir hanya sekitar 15-20 menit aja, lho… Sedangkan untuk stasiun transit (stasiun padalarang) hanya berhenti selama 3 menit. 

Pembelian tiket secara online akan membantumu agar lebih siap untuk sampai di stasiun tepat waktu. Dan menurutku, barcode tiket yang didapat setelah check out juga akan lebih memudahkanmu pada saat ticket checking (karena gak gampang hilang) jika dibandingkan dengan tiket fisik yang kamu beli di stasiun.

Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh

Kalau teman-teman sudah cek website resmi mereka, kamu bisa melihat range harga tiket Whoosh ini mulai dari Rp150.000 – Rp 300.000 untuk kelas Reguler Rp 450.000 untuk kelas Bisnis dan Rp600.000 untuk kelas First Class.

Baca Juga  Review Pesona Kampung Sunda, Mahal tapi worth it?

Nah, khusus untuk kelas reguler, harga-harga tersebut akan berubah tergantung hari dan jam keberangkatanmu. Jadi, kalau kamu berangkat di weekend atau hari libur nasional, harganya udah pasti kena yg harga mahal yaa hihihi. 🙈

Tips Memilih Posisi Kursi di Whoosh

Ada beberapa tips yang bisa aku bagikan mengenai bagaimana cara memilih kursi berdasarkan pengalamanku ini. Pertama, untuk mendapatkan jendela yang luas dan pemandangan yang tidak terhalang sekat jendela, kamu bisa memilih kursi nomor GANJIL (untuk rute Jakarta – Bandung) dan kursi nomor GENAP (untuk rute Bandung – Jakarta).

Kedua, kamu bisa memilih carriage atau gerbong nomor 5 atau 6 agar bisa dekat dengan lounge (gerbong restorasi) yang tersedia Indomaret di dalamnya. Disana ada berbagai menu kopi, camilan, dan barang-barang lainnya yang bisa kamu lihat menunya di saku tiap kursi Whoosh. Posisi gerbong ini juga berada di tengah-tengah rangkaian kereta, jadi kamu gak perlu terlalu jauh untuk berjalan dari lokasi pengecekan tiketnya.

Nah, setelah bahas cara beli tiket dan pilih kursinya, saatnya kita bahas pengalaman naik Whoosh untuk pertama kalinya di bawah ini yuk!🤭

Pengalaman Naik Whoosh untuk Pertama Kalinya

Berangkat dari Stasiun Tegalluar

Beberapa minggu lyang alu, hari kamis (25 April 2024) itu pertama kalinya aku naik Whoosh, tepatnya sekitar 7 bulan-an kemudian setelah Whoosh resmi dioperasikan. Agak telat ya nyobainnya? Betul syekali! Gapapa deh biar gak terkesan FOMO banget wkwkwk🤣

Pagi hari itu, sekitar jam 06.15 aku tiba di stasiun tegalluar yang letaknya ada di Gedebage, Bandung. Kenapa aku milih untuk berangkat dari stasiun tegalluar dan bukan di stasiun Bandung? Sesimpel karena letak rumahku yang lebih dekat dengan stasiun tersebut.

Tapi, tenang aja kalau teman-teman berangkat dari stasiun Bandung, disana akan ada kereta freeder gratis yang akan mengantarkanmu ke stasiun Padalarang (stasiun transit Whoosh). Durasi kereta feeder ini sekitar 20 menitan ya, jadi kamu perlu sesuaiin jadwal kereta feeder-mu dengan waktu tiba kereta Whoosh di stasiun padalarang.

Sesampainya di stasiun tegalluar, aku langsung terpukau banget sama desain arsitektur stasiunnya. Ukuran stasiunnya cukup besar, luas, bagus, dan modern banget. Tempat parkir motor dan mobilnya juga lumayan luas. Di lantai 1 ada lumayan banyak kursi buat orang-orang yang mau menjemput penumpang, serta ada berbagai tenant makanan yang (perkiraan) bukanya dari jam 10 pagi. Karena waktu saya disana (jam 7 kurang) tenantnya belum ada yang buka wkwkw.

Setelah berkeliling sebentar, saya pun masuk ke pintu keberangkatan. Disana, akan ada security yang akan bertanya jam keberangkatan Whoosh-mu dan memintamu untuk menunjukkan tiket Whooshnya. Setelah dicek, barang bawaanmu akan dicek menggunakan mesin X-Ray. Proses ini gak akan nyampe 5 menit kok. Setelah itu, kamu akan diarahkan untuk menuju ke ruang tunggu yang ada di lantai 3 (dengan menggunakan lift).

Sesampainya di ruang tunggu, lagi-lagi amazed dengan arsitektural stasiunnya. Luasss bangeett dan dingin banget. Tersedia WC (yang super bersih) dan ada musholla-nya juga. Di ruang tunggu ini, kamu bisa melihat papan informasi yang menyatakan kapan waktunya “Ticket Checking” untuk jadwal keberangkatan Whoosh-mu. Setelah menunggu beberapa menit, tibalah waktunya ticket checking. Untuk masuk ke loketnya, kamu hanya perlu men-scan barcode ke mesin loket atau memasukkan tiket fisik-mu ke mesinnya. Udah deh, setelah ada lampu hijau, kamu bisa langsung masuk!🤩

Baca Juga  Mencicipi Donat Bahagia, Donat yang Wajib Kamu Coba

Pengalaman Di Kereta Cepat Whoosh

Mungkin karena emang pada dasarnya aku suka banget sama semua jenis “kereta”, jadi pas masuk ke gerbong Whoosh ini rasanya excited dan seneng banget karena akhirnya bisa nyobain. Bayangin aja selama 45 menit perjalanan itu, aku full senyam-senyum kayak orang aneh di kereta karena saking seneng dan amazed-nya😭

Interior gerbongnya elegan dan bersih banget. Meskipun tipe kursinya bukan yang empuk banget, tapi kursi Whoosh ini tetep nyaman untuk hanya sekedar 45 menit durasi perjalanan. Kursinya juga bisa di-recline jadi kamu gak akan ngerasa pegel selama perjalanan. Sama halnya dengan train attendant dari KAI, train attendant Whoosh ini juga ramah-ramah banget.

Selama di perjalanan, kamu akan melihat pemandangan alam, tol, pemukiman warga, dan beberapa kali melewati terowongan. Tapi karena saking cepatnya, kalau kamu lebih sering lihat pemandangan, lama kelamaan malah bikin kepalamu pusing. Jadi, saranku sesekali aja ya nengok ke jendela-nya yaa🙈

Durasi perjalanan yang memakan kurang lebih 45 menit ini gak akan kerasa banget kalau kamu menikmati perjalanan dengan mengobrol atau bahkan tidur. Pokoknya ditinggal ngobrol, tau-tau nyampe aja. Ajaib kan!🤣

Sampai di Stasiun Halim

Sesampainya di Stasiun Halim dan turun dari kereta, kamu akan melewati mesin tiket lagi. Seperti di awal, kamu hanya perlu men-scan barcode tiketmu atau memasukkan tiket fisik ke mesin tersebut. Udah deh, kamu bisa milih berbagai transportasi yang tersedia disana. Ada ojol, Trans Jakarta (TJ), LRT dan taksi.

Kesimpulan

Menurutku, pengalaman naik Whoosh ini akan jadi momen yang gak akan bisa dilupain. Sesimpel berlagak “norak” dan excited tiap eksplor stasiun dan kereta-nya udah jadi salah satu core memory banget. Bagi temen-temen yang belum pernah coba Whoosh, aku saranin untuk coba minimal sekali seumur hidup. Aku jamin kamu juga akan se-terpukau itu dengan berbagai teknologi canggih ini.

Setelah mencoba, wajar jika kamu akan membandingkan Whoosh ini dengan mode transportasi Jakarta-Bandung lainnya (misalnya kereta lokal ataupun travel). Pasti bakal mikir-mikir ulang mana yang lebih worth it. Overall, menurutku naik Whoosh ini worth it kok. Terutama bagi kamu yang gak mau cape di jalan, gak mau kena jam-jam macet, atau pengen cepat sampai tujuan. Tingkat worth it atau enggaknya sebenernya balik lagi ke kebutuhan masing-masing yaa😉

Anyway, terima kasih sudah baca sampai akhir. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi kamu yang belum pernah mencoba Whoosh. Tertarik untuk naik Whoosh juga? tunggu apalagi, yukk langsung pesen tiketnya sekarang!🙈

Mau tau cerita perjalanan travelling-ku lainnya? kamu boleh mampir ke Categories Travelling & Foodies ya! See you on my next post, Bubye!

Share this post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *