Sekilas Membahas Chronotype: Morning Person atau Night Owl?

Jenis chronotype seseorang berhubungan dengan bagaimana kebiasaan seseorang dalam bekerja dan tidur. Simak jenis-jenis nya di artikel ini yuk!
Share this post!

Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca mengenai bagaimana kebiasaan seseorang dalam bekerja dan tidur dan hal ini ternyata berhubungan dengan jenis chronotype seseorang.

Kebiasaan-kebiasaan ini terbagi menjadi 4 jenis chronotype. Jenis chronotype digambarkan sebagai binatang, ada wolf, bear, dolphin, dan lion. Keempat hewan ini tentunya memiliki karakter nya masing-masing. Kita bahas lebih dalam di bawah yuk!

Anyway, tulisan ini merupakan tulisan Day 4 dari rangkaian 30 Days Writing Challenge. Tema hari ini, “Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one.

Apa itu Chronotype?

Simpelnya, chronotype adalah jam biologis seseorang. Jam ini yang akan menentukan kapan kita di situasi yang paling bertenaga atau malah lagi ngantuk berat.

Jam biologis itu gak hanya seputar tentang jam tidur saja, tapi nantinya juga berkaitan dengan kapan mereka produktif, kapan mereka biasa berolahraga, dan aktivitas lainnya.

Ada yang “morning person” yaitu orang-orang yang lebih bersemangat di pagi hari. Ada juga “Night Owls” yaitu mereka yang malah bertenaga di malam hari, layaknya hewan-hewan nokturnal.

Sekilas Membahas Chronotype: Morning Person atau Night Owl? - Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one - 30DaysWritingChallenge

Memangnya se-berpengaruh itu?

Nyatanya badan kita ini punya jam biologis yang berbeda-beda, lho. Ada orang yang terbiasa aktif dan produktif di malam hari.

Bukan karena mereka mengidap insomina, tapi karena memang otaknya lagi aktif di jam-jam itu. Beberapa orang mungkin akan mengatakan mereka “malas” atau mengomentari jam tidur mereka yang agak berantakan. Tapi nyatanya… itu memang settingan badannya begitu dari sananya. 🤧

Baca Juga  Keunggulan ROG Strix Scar 16: Pilihan Terbaik untuk Gamer Profesional

Sekilas Jenis-Jenis Chronotype

Menurut Dr. Michael Breus, yang dijuluki sebagai “The Sleep Doctor”, Ada empat jenis chronotype:

Bear (Beruang)

Jenis chronotype ini adalah jenis yang paling umum. Siklus aktivitas dan tidur mereka akan mengikuti dengan siklus terbit dan terbenamnya matahari.

Jam TidurJam BangunJam Fokus
23.0007.0010.00-14.00

Lion (Singa)

Orang-orang yang lebih senang untuk bangun pagi dan bersantai di sore hari termasuk pada jenis chronotype ini.

Jenis ini biasanya senang mengerjakan pekerjaan berat di pagi hari dan membutuhkan waktu tidur siang untuk mengembalikan energi mereka.

Jam TidurJam BangunJam Fokus
21.00/22.0006.0008.00-12.00

Wolf (Serigala)

Susah untuk bangun pagi dan lebih sering bangun siang? kamu mungkin termasuk ke dalam chronotype jenis ini. Biasanya mereka lebih berenergi pada saat siang hingga larut malam.

Jam TidurJam BangunJam Fokus
00.0007.3017.00-00.00

Dolphin (Lumba-lumba)

Chronotype ini punya kesulitan untuk menyesuaikan jadwal tidur mereka dan merupakan tipe yang paling sedikit jumlahnya. Biasanya jadwal tidur mereka tidak menentu.

Mereka punya sensitivitas terhadap suara dan cahaya, jadi sekecil apapun suaranya mereka akan mudah terbangun. Tapi dengan kekurangannya itu, mereka jadi punya jam yang fleksibel, bisa tidur dan bangun kapan saja.

Jam TidurJam BangunJam Fokus
23.3006.3015.00-21.00

Lalu, apa jenis chronotype-mu?

Kalau dari test iseng-iseng yang pernah saya kerjakan secara online (entah itu akurat atau tidak) saya termasuk ke dalam jenis chronotype lion.

Orangnya bisa banget bangun pagi, tapi memang tetep butuh tidur siang atau power nap wkwkwk. Sebenernya sesekali saya masih bisa tidur larut malam untuk sekedar nugas, atau overthinking mwehehe. 🙈

Baca Juga  Mahada Indonesia: Vendor Terpercaya Untuk Buat Corporate Gift dan Seminar Kit

Enaknya punya chronotype lion adalah saya gak perlu kesusahan bangun pagi untuk pergi ke sekolah, kampus, ataupun kantor. Kalau gak enaknya yaitu di jam-jam setelah makan siang pasti ada aja rasa ngantuk yang bikin fokus berkurang. Tapi ngantuk ini masih bisa saya handle dengan melakukan hal2 ringan yang saya suka yang bikin otak on lagi.

Jadi, jenis chronotype apa yang kamu punya? coba tulis di kolom komentar dong!

Anyway, terimakasih sudah membaca rangkaian tulisan 30 Days Writing Challenge ini.

Kalau temen-temen blogger lainnya mau ikutan, boleh banget komentar di bawah yaa. Kita bisa saling blogwalking dalam 30 hari ke depan 🤭.

Dan jugaa…. feel free to contact me through DM @adelahasna kalau temen-temen ada pertanyaan atau ajakan kerjasama yaa😊

See you on my next post, Bubye!

Share this post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *