Semakin ke sini aku makin sadar kalau menjaga kesehatan itu ternyata bukan cuma soal olahraga rutin atau makan sehat aja. Ada satu hal yang sering banget luput dari perhatian kita, yaitu.. kesehatan mata.
Padahal kalau dipikir-pikir, hampir semua aktivitas kita bergantung sama mata. Dari bangun tidur langsung cek handphone, kerja depan laptop berjam-jam, nyetir, nonton, sampai scrolling TikTok sebelum tidur. Mata literally kerja terus setiap hari.
Sebagai pemakai kacamata dari bangku sekolah dasar, aku juga makin sadar kalau sebenernya mata minus yang berpotensi terus bertambah tiap tahunnya jadi semakin menyeramkan sih.., tiap cek mata rasanya khawatir kalau minus atau silindris-ku makin naik, huhu..🥹
Makanya sekarang aku mulai lebih aware ketika ada orang sekitar yang mulai mengeluhkan penglihatan buram atau gampang silau. Dulu aku pikir itu normal karena usia. Ternyata setelah cari tahu lebih lanjut, kondisi kayak gitu bisa aja berkaitan dengan katarak mata.
Sekarang informasi soal kesehatan mata juga udah gampang banget kita temuin secara online. Jadi kalau ingin cari referensi atau memahami lebih lanjut soal gangguan penglihatan, teman-teman juga bisa membaca informasi kesehatan mata dari Websitenya KMN EyeCare.
Katarak Mata Bukan Cuma “Penyakit Orang Tua”
Hayo jujur! Dulu pasti kalau kita dengar kata katarak langsung membayangkan kondisi mata yang dialami lansia dan bikin seseorang nggak bisa melihat. Apalagi kalau punya pengalaman kakek atau neneknya yang pernah kena katarak, pasti langsung menyimpulkan kalau mata katarak itu penyakit orang berumur. Padahal ternyata kenyataannya nggak sesimpel itu.
Katarak ini adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, alhasil penglihatan terasa kabur atau seperti berkabut. Biasanya kondisi seperti ini emang lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, tapi gejalanya muncul perlahan. Jadi banyak orang yang nggak langsung sadar kalau penglihatannya mulai berubah.
Kadang awalnya cuma merasa tulisan terlihat kurang jelas. Ada juga yang mulai terganggu saat melihat lampu di malam hari karena terasa terlalu silau. Bahkan beberapa orang jadi lebih sering ganti ukuran kacamata karena merasa penglihatannya berubah terus.
Aku sendiri jadi lebih notice soal ini setelah melihat orang terdekat menjalani operasi katarak beberapa tahun lalu. Awalnya beliau cuma bilang matanya sering buram dan susah lihat jelas kalau malam. Karena dianggap “namanya juga faktor usia”, akhirnya sempat didiamkan cukup lama.
Padahal ternyata perubahan kecil pada penglihatan tuh juga tetap perlu kita perhatikan.
Menurutku, ini yang sering kejadian. Banyak orang baru sadar pentingnya kesehatan mata ketika aktivitas sehari-harinya mulai terganggu kenyamanannya. Misalnya jadi susah membaca, nggak nyaman menyetir malam, atau bahkan nonton TV pun kerasa kurang jelas.
Penyebab Katarak Mata yang Sering Nggak Disadari
Kalau ngomongin penyebab katarak, faktor usia emang jadi yang paling umum. Semakin bertambah umur, kondisi lensa mata juga ikut berubah secara alami.
Tapi ternyata bukan cuma itu aja.
Paparan sinar matahari berlebihan juga bisa mempengaruhi kesehatan mata dalam jangka panjang, lho. Makanya sekarang aku mulai ngerti kenapa penggunaan sunglasses atau pelindung mata saat aktivitas outdoor itu penting, bukan sekadar fashion item.
Apalagi sekarang para pengguna kacamata udah ada opsi lensa photochromic atau bluechormic. Jenis lensa ini ngebantu banget supaya mata kita gak silau pada saat terpapar sinar matahari berlebihan.
Selain itu, kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes juga bisa meningkatkan risiko gangguan pada mata. Begitu juga dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang kurang sehat.
Yang sekarang rasanya kita paling relate tentu aja penggunaan gadget dan laptop setiap hari. Emang sih layar gadget bukan penyebab utama katarak, tapi mata yang terus dipakai bekerja tanpa istirahat juga bisa bikin mata cepat lelah dan nggak nyaman.
Dan jujur aja, aku sendiri masih sering lupa kasih waktu istirahat buat mata. Kadang kerja depan laptop bisa berjam-jam tanpa sadar. Belum lagi lanjut scrolling handphone sebelum tidur. Nggak heran kalau mata akhir-akhir ini gampang banget kerasa capek.
Sekarang aku mulai mencoba kebiasaan kecil seperti sesekali mengalihkan pandangan dari layar atau berhenti sebentar untuk kasih waktu mata istirahat. Kelihatannya sepele, tapi ternyata cukup membantu.
Cara Menjaga Kesehatan Mata Sejak Sekarang
Menurutku menjaga kesehatan mata itu sebenarnya nggak harus ribet. Justru bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari.
Hal paling basic tentu rutin memeriksakan mata, apalagi kalau mulai merasa ada perubahan pada penglihatan. Kadang kita suka menunda karena merasa “ah nanti juga biasa lagi”, padahal kalau kita deteksi lebih awal pasti lebih bagus kok.
Selain itu, pola makan juga ternyata berpengaruh buat kesehatan mata. Konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi membantu menjaga kondisi mata tetap baik seiring bertambahnya usia.
Hal lain yang nggak kalah penting tentu mengatur waktu penggunaan gadget. Memang susah banget kalau kerjaan sehari-hari full depan layar, tapi paling nggak sekarang aku mulai mencoba memberi jeda supaya mata nggak terlalu tegang.
Karena pada akhirnya, mata adalah bagian penting yang membantu kita menikmati banyak hal dalam hidup. Mulai dari melihat orang-orang tersayang, menikmati perjalanan, bekerja, sampai menikmati hal-hal kecil sehari-hari yang mungkin sering kita anggap biasa.
Makanya sekarang aku jadi merasa kalau menjaga kesehatan mata itu bukan sesuatu yang bisa ditunda nanti-nanti. Karena ketika penglihatan mulai terganggu, baru deh biasanya kita sadar betapa pentingnya peran mata dalam kehidupan sehari-hari.




