Pengalaman Ikut Newborn Class di Jakarta Pertama Kalinya

Memasuki trimester 3 rasanya banyak banget yang harus dipelajarin dan bingung mulai darimana, simak pengalamanku ikut newborn class, yuk!

Share this post!

Sebagai bumil yang insyaAllah sebentar lagi menjadi seorang ibu, rasanya banyak banget hal yang masih belum aku pahamin, masih bingung, dan gak tau harus mulai belajar darimana.

Akhirnya saat memasuki trimester 3, aku mulai nyari tau kira-kira apa aja kelas yang bisa para bumil ikutin untuk persiapan punya anak. Dan salah satunya ketemu-lah Newborn Class ini.

Sebenernya ada banyak banget kelas yang bisa teman-teman ikuti, mulai dari kelas hypnobirthing, prenatal yoga, kelas menyusui, kelas pasca persalinan, dan masih banyak lagi.

Tapi, kelas newborn ini menurutku adalah kelas yang wajib banget diikutin (terutama bareng pak suami). Kenapa begitu? simak lengkapnya di artikel ini, yuk!

Kenapa Memutuskan Ikut Newborn Class?

Dalam rangka sebagai ikhtiar menyiapkan bekal menjadi orang tua baru, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti sesi newborn class.

Newborn class ini singkatnya adalah kelas yang mengajarkan para orang tua untuk merawat bayi baru lahir. Fokus kelasnya mulai dari perawatan ketika hari pertama bayi lahir sampai setidaknya 6 bulan (mendekati MPASI).

Kelas yang aku ikuti ini adalah kelas secara offline. Sebenernya ada jenis kelas online juga, tapi untuk newborn class ini aku sengaja memilih sesi yang offline, karena membutuhkan banyak praktik secara langsung.

Penyelenggara dari newborn class ini juga bermacam-macam di tiap kotanya. Ada yang berbayar (dengan berbagai range harga), ada juga yang gratis atau bahkan difasilitasi langsung dari pihak rumah sakit yang bekerjasama dengan suatu brand.

Kelas yang aku ikuti ini harganya sekitar 500ribuan per pasangan (suami – istri). Iya betul, kelas ini juga dihadiri oleh para pak suami. Durasi sesi nya total sekitar 3 jam.

Kenapa aku memilih kelas couple? sesimpel karena newborn class ini memerlukan chemistry dan koordinasi antara suami dan istri. Thats why, penting banget untuk para pak suami juga mengerti cara merawat bayi newborn, supaya bisa saling back up di kemudian hari.

First Impression Saat Pertama Kali Ikut Newborn Class

Kelas yang aku ikuti ini berlokasi di Gripa Studio, Jakarta Selatan. Kurang lebih memakan waktu tempuh selama setengah jam dari tempat tinggalku.

Di Gripa Studio ini, mereka punya berbagai jenis studio yang disewakan. Dan di hari itu, ternyata ada banyak event yang juga sedang berlangsung disana.

Alhasil, ketika sampai di lokasi, tempat parkiran mereka cukup penuh dan mengharuskan aku dan suami untuk parkir secara paralel. Sebenernya, fasilitas parkirnya cukup luas, namun tergolong cukup terbatas terutama ketika harus menampung kendaraan dari beberapa event yang berlangsung bersamaan di hari yang sama.

Sesampainya di ruangan, first impression-ku studionya bagus banget. Ruangan yang mereka pakai sangatlah proper. Ruangannya luas dan ber-ac, serta sekelilingnya juga tertutup (jadi berasa privat hehe).

Mereka juga nyediain kursi lipat yang empuk sehingga kita gak pegal selama kelas berlangsung. Apalagi bumil kan gak bisa tanpa senderan dalam waktu yang lama ya, hehe..😭

Kelas yang aku ikuti ini kebetulan total peserta nya ada 4 pasangan (termasuk aku dan paksu). Jadi yaa bisa dibilang kelas ini semi-private. Karena jumlah kami sedikit, jadi semua sesi nya benar-benar diperhatiin sama bidan yang ngajarinnya.

Apa Saja yang Dipelajari di Newborn Class?

Hehehe, ini pasti part yang paling ditunggu-tunggu di artikel ini. Yuk, kita bahas!

Di sesi kelas newborn ini, ada banyak banget hal yang kami pelajari. Mulai dari, cara menjemur bayi, perawatan tali pusat dan genetalia bayi, memandikan bayi, memijat bayi, tummy time, membedong bayi, sampai skincare apa saja yang boleh dipakai bayi newborn.

Tidak hanya materi presentasi aja yang mereka jelaskan, tapi kita juga diberikan waktu untuk sesi praktik dari masing-masing materi yang diberikan. Di sesi kelas ini, kita dikasih dua boneka bayi dan peralatan perawatan newborn yang bisa dipakai selama sesi praktik di kelas.

Tidak hanya itu, kami juga mendapatkan materi yang sudah disediakan (di-print), dokumentasi selama kegiatan, dan berbagai voucher diskon lainnya.

Menurutku, bidan yang menjelaskan benar-benar detail dan telaten. Selama sesi praktik, kita benar-benar dituntun pelan supaya gak ada step yang miss sama sekali. Bidan nya juga memprioritaskan para suami yang melakukannya duluan, jadi istri bisa mengoreksi dan kemudian praktik setelahnya.

Setelah Ikut Newborn Class, Apakah Aku Jadi Lebih Siap?

Overall, pengalaman ikut newborn class ini seru dan bermanfaat banget. Dari kelas ini, aku banyak belajar hal baru dan Alhamdulillah aku jadi lebih siap dibandingkan sebelumnya.

Yang sebelumnya masih bingung dan gak tau apa-apa, cuman berbekal cuplikan-cuplikan tiktok aja. Akhirnya praktek sendiri dari step awal sampai selesai.

Banyak hal yang aku sadari ternyata gak seribet itu terutama dalam cara memandikan bayi. Selama sesi kelas berlangsung, aku benar-benar banyak momen “oohh” nya, hehe 😯

Untuk para calon ibu dan ayah di luaran sana yang masih bingung cara merawat bayi, menurutku ikut kelas newborn care sejenis ini worth it banget.

Gak cuman belajar cara nya aja, tapi supaya masing-masing dari ibu dan ayah sama-sama ngerti kalau merawat bayi bukan hanya tugas ibu atau ayah saja. Tapi, tugas bersama dan harus bisa saling backup hehe😁

Anyway, terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman bumil lainnya.

Kalau teman-teman mau lihat cerita-ceritaku dalam versi video, jangan lupa mampir juga ke YouTube Adela Hasna ya! Ada banyak cerita yang nggak aku bagikan di blog ini, jadi mungkin kamu bakal menemukan cerita lain yang nggak kalah seru di sana 🤍

Temen-temen boleh banget kontak aku melalui DM @adelahasna untuk bertanya apapun atau mengajak kerjasama. Dengan senang hati akan aku balas secepatnya~

See you on my next post, Bubye!

Share this post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *